
Dihari yang ke lima puluh Sembilan bertepatan dengan Liburan sekolah. Aku mengajak syifah untuk menghabiskan malam ini di pantai Ancol. Desiran ombak dengan paduan angin malam pantai yang bermandikan sinar bulan purnama ditambah lagi kemeriahan malam di pesisir pantai ancol, menjadi satu dengan Germelap lentusan kembang api yang membelah langit malam menambah indahnya pantai pada malam itu.
Hari ke enam puluh tujuh aku dan syifah menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,basah – basahan bersama di arum jeram dan mengunjungi stand permainan. Kami pun bermain bersama di sana. Setelah lelah bermain aku menghadiahkan sebuah boneka teddy bear yang lucu berwana merah jambu dan putih untuk syifah , dan syifa membelikan sebuah pulpen yang berbentuk lucu untuk ku.
Hari ke tujuh puluh dua, kami berniat Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China dan ulang tahun jakarta. Syifah penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Kami berdua pergi ke tempat itu, untuk di minta ramalkan nasib kita. Hal yang mengejutkan terjadi ketika syifah di ramal sama sang peramal itu.
Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata.
Aku dan syifa tak tau maksud dari sang peramal itu meneteskan air mata, kami pun pergi berlalu meninggalkan peramal itu. Dengan rasa bingung dan heran kami melupakannya.
Hari ke Sembilan puluh empat, enam hari sebelum hari ke seratus aku mengusulkan agar kita refreshing ke pantai. Pantai Anyer lah yang dipilih untuk refreshing, saat itu Pantai anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Kami melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan seakan tidak ingin berpisah lagi pada sore itu.
Hari ke Sembilan puluh Sembilan, satu hari sebelum hari keseratus aku memutuskan dan mengajak syifah agar menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota di daerah monas.
pukul 15:20
"Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar." Kata syifah
"Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"jawabku.
"Aku saja yang beli. Kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya" balasnya dengan cepat.
aku pun mengangguk aja.
“ yaudah hati di jalan ya ifah ….” Kataku
Kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.
Pukul 15:30
aku sudah menunggu selama 10 menit dan syifah belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.
"Ada apa pak?" tanyaku
"Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu" jawab orang asing itu.
aku segera berlari bersama dengan orang asing itu untuk mengetahui kebenarannya.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang yang panas ,tergeletak
tak berdaya tubuh syifah bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.
aku segera melarikan mobilnya membawa syifah ke rumah sakit terdekat.
aku duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Panik bercampur sedih menjadi satu, tak tau apa yang harus aku perbuat.
Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
Tepat pukul 23:53
"Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya." Kata dokter yang menangani syifah.
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada ku dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat syifah. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.
Aku duduk disamping pembaringan syifah sambil menggenggam tangan syifah dengan
erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya aku merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.
Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis untuknya.
Ada beberapa bait yang membuat Tubuhku terkulai lemas ketika kudengar:
Dear my best fren...
Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.
Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.
Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,
"Aku memandangnya dan berharap dia adalah milikku tapi sepetinya dia tidak mengetahui perasaanku dan aku tahu itu. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu dan aku tak tahu kenapa. Kuharap suatu hari dia akan berkata jika dia mencintaiku..."
Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. aku sangat sayang padamu.
Disaat jam menunjukan pukul 23:58.
"syifah, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku?
Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..
syifah, kau tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!
Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, syifah.
Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!
syifah, Aku sayang kamu...!"
Jam dinding berdentang 12 kali....
Jantung syifah berhenti berdetak.
Hari itu adalah hari ke 100...
sejak itu kata – kata inilah yang selalu aku ingat selalu sejak kepergiannya syifah…
“Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya. saat kau pinta dia pergi, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.”
“Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang.”
Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.
Cinta, karya indah Sang Pencipta
Dimulakan di surga…
Dirasukkan dalam jiwa Adam dan Hawa
Lalu dianak-pinakkan ke setiap jiwa
Dengan kadar yang berbeda…
Suara merdu, untuk didengarkan
Panorama elok, untuk dilihatkan
Sedang cinta sejati, untuk dirasakan
Oleh hati yang murni
Bersih dari nafsu dan berahi
Cinta tak lain sebuah prasasti
Yang terbangun di pinggir pantai prahara
Satu hal yang membuatnya kokoh berdiri
Ialah keteguhan hati tuk selalu setia
Entah suka datang menghiasi hari
Atau duka yang menghampiri
Cinta adalah berbagi
Karena sungguh !
Meski disemayamkan dalam dua raga
Sepasang kekasih hanya punya satu hati
Rendahnya keangkuhan hati
Lambungkan makna cinta hakiki
Laksana lentingan…
Makin panjang ditarik ke kiri
Makin jauh batu terbang ke kanan
Cinta…
Nama lain dari keteguhan hati
Tuk selalu letakkan hati kekasih diatas
Demi sebuah pelayaran yang diretas
Menuju pulau kebahagiaan
Cairkanlah hatimu…
Lalu siramlah hati kekasih
Agar selalu segar dan bersih
Sebab yang demikian itulah cinta
Berbagi…
Itulah inti cinta sejati
Ombak suka dan duka
Selalu tersaji nikmat
Bila dirasakan oleh dua hati…
Beberapa hal sukar dijelaskan dengan kata-kata
Cinta salah satunya
Hanya nurani tulus
Mampu hasilkan lukisan bagus
Tentangnya…
Cinta bukanlah benda, yang terlihat
Namun irama perasaan yang mengalun memikat
Tersimpan rapi di ruang hati
Hanya kekasih sejati yang mengetahui
Jangan sebut cinta…
Sebelum tetes terakhirnya telah juga meresap ke jiwa
Lalu setiap ucapan dan tindakan yang tercipta
Selalu berlandaskan atasnya
” Tiada hidup tanpa kegagalan ,kekalahan , dan kejatuhan…………
Air sungai menuju laut melewati jalan yang berliku……
Berdirilah tegak kembali………………………..
Jangan memandang ke belakang , masa lalu telah berlalu………………..
Hidup berjalan terus……………………….
“cahaya mentari bila difokuskan akan membakar kertas ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar