
“Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya. saat kau pinta dia pergi, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.”
“Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang.”
Kedua bait Itulah yang selalu aku ingat dalam hidupku, sungguh menyakitkan tapi sangat berati.
Pada waktu aku duduk SMk kelas 1. Di Saat aku duduk di kelas pada barisan depan saat pelajaran bahasa inggris, kutatap gadis disampingku, Zhariifah Qamraa namanya tetapi aku lebih sering memanggil dia dengan ifah atau syifah . Dia adalah sahabatku waktu SMP yang baik hati dan cantik. Kulihat rambut yang indah memjulur panjang sehalus sutra-nya, dan berharap dia bisa menjadi milikku.
Tapi dia tidak menyadarinya kan itu, itu yang aku tahu.
Pada waktu itu aku sedang duduk di bawah pohon bersama dekat taman sekolah tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit yang biru sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan teman mereka masing-masing. tiba – tiba saja aku di kejutkan ada yang nempuk pundak ku, tenyata dia yang menepuk pundakku, dia berjalan untuk duduk disampingku dan menanyakan buku catatan yang ketinggalan di laci mejanya kemarin. aku bergegas pergi untuk mengambilnya dan kuberikan catatan yang dia minta kepadanya.
Dia berkata "terima kasih"
Aku ingin sekali memberitahunya, bahwa aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman atau pun sahabatnya ,aku mencintainya ...
tapi aku terlalu malu dan aku tak tahu kenapa ???
Pada suatu hari ketika Telepon Syifah yang ada di tasnya berbunyi tiada henti. Di luar kelas sana di bawah pohon yang rindang, aku melihat ada dia yang sedang menyendiri sambil menangis sedih, aku tidak tau apa yang dia tangisi, aku pun bertanya kepadanya.
Dan akhirnya dia mau menceritakan kepada ku apa yang dia tangisi. Dia berkata terus-terusan betapa kekasihnya yang sangat cintai dan sayangi telah menghancurkan hatinya. Dia memintaku untuk manemaninya karena dia tak ingin sendirian, Lalu Aku pun duduk di sebelahnya, dan aku mau menemaninya. Sebisa mungkin aku berusaha menghibur dia agar tidak sedih lagi. Sesekali aku menatap matanya yang lembut dan indah, berharap dia adalah milikku.
*************************
Malamnya aku menemani dia nonton, Setelah 2 jam berlalu dengan sebuah film Drew Barrymore dan dua kantong popcorn akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah lalu aku antarkan dia sampai ke rumahnya.
Dia melihatku dengan senyum manisnya,
berkata
"terima kasih".
hari demi hari pun berlalu sejak tu aku dan dia menjadi sahabat baik.
Pada suatu hari, di saat aku dan dia sedang kerja kelompok. Tanpa sengaja di sela – sela belajar, di membicarakan sesuatu yang membuatku kaget.
"Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi
waktu denganku."katanya.
"Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua
saja yang tidak punya pasangan sekarang." Jawabku kepadanya.
(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)
"Kayaknya aku ada ide bagus deh. Kita adakan permainan yuk?"
"Eh? Permainan apaan?" tanyaku heran sambil menggaruk – garuk kepala.
"Eng... Gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi
pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. Gimana menurutmu?"
=====================***bersambung*****==========================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar