
"Baiklah.... Lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan." Jawabku sambil tak percaya akan itu.
Sewaktu SMP, kami berdua pernah membuat janji jika ada diantara kita yang tak punya pasangan maka kita akan datang berdua, sebagai teman baik.
Dan itu yang kami lakukan.
"Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... Semangat dong!
“Hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?" katanya sambil dia memberikan kepercayaan kepada ku.
"Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. Katanya film itu bagus" kata ku
"OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. Tar pulang nonton kita ke
karaoke ya...”
Ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."
"Boleh juga..." jawabku sentak.
mereka pun akhirnya pergi nonton, berkaraoke dan aku mengantarkan syifah pulang malam harinya.
hari kedua aku dan syifah merencanakan untuk jalan ke sebuah kafe di bilangan jakarta. Akupun menjemputnya pada sore hari, sebelum aku ke rumahnya aku sempatkan terlebih dahulu untuk mampir di untuk cendramata. Agak lama aku menghabiskan waktu disana untuk membeli sesuatu yang spesial buat dia, akhirnya aku menemukan benda yang sangat cocok aku kasih ke dia. Sebuah liontin yang berwarna silver.
*************************************
Setelah mendapatkan barang yang aku cari, aku lansung bergegas pergi ke rumah syifah. Kami berdua menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang agak remang-remang dan ditambah lagi alunan musik yang membuat syahdu membawa hati kita berdua pada situasi yang romantis.
“Gimana fah, malam ini???” tanyaku kepadanya
“Puas sekali aku, bias bercanda dan bercerita bersama kamu..” jawabnya singkat dan padat.
Hari makin larut malam kami berdua sangat puas pada malam ini, kami pun memutuskan untuk pulang.
Sebelum pulang kerumah aku memberikan sebuah kalung perak berliontin bintang yang tadi aku beli tadi di toko untuk syifa.
“ apa ini????”
“Buat aku kah”
“Iya” jawabku.
Dengan penuh heran, rasa tak percaya atas yang aku kasih padanya. Akhirnya dia mau menerimanya.
“Terima kasih ya”
hari ketiga aku mangajak syifa pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabatku.
“ ifah, kira – kira kado yang bagus apa y???” tanyaku kepadanya.
“ sepatu , jaket atau baju bagus juga “ katanya
“ yang lain dong “ jawabku
Sejam , dua jam pun berlalu kami kami berkeliling sana kemari sampai belum ketemu yang kami inginkan. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini.
Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Dia tersenyum padaku.
Aku di dalam hati ini ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tidak punya perasaan yg sama terhadap aku dan aku tahu itu.
Aku ingin memberitahunya, betapa aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya ...
tapi aku terlalu malu dan aku tak tahu kenapa.
“ Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.”
hari ketujuh aku mengajak syifah tuk Bermain bowling dengan teman-teman aku.
“ aku tidak bias main bowling “ katanya
“ tenang aja, aku akan mengajarkan kamu kok “ jawabku.
Aku dengan sabar dan hati – hati mengajarkan syifa bermain bowling. Sejam pun berlalu, akhirnya pelajaran ke dia tidak sia – sia. Dia sekarang sudah mulai lancar bermain bowling. Tapi tiba – tiba aku di kejutkan dengan teriakan dia. Tangan syifah terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling .
“ aduhhhhhhh……”
=================== BERSAMBUNG ========================
Tidak ada komentar:
Posting Komentar