Minggu, 17 April 2011

Setia Itu Ternyata Menyakitkan Part 1


Cinta itu butuh kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..

Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..

Pernikahan kami sederhana namun meriah…..

Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.

Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.

Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

********************

Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktu begitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusaha untuk

mendapatkan penerus generasi baginya.Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku…

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.

Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidak menyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku…

Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina oleh mereka…Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir membuat ku menjadi seorang janda itu.

Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al – Qur’an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukan aktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, aku melihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobrol dengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.

Kubuka pintu yang tertutup rapat itu sambil mengatakan, “Assalammu’alaikum” dan mereka menjawab salam ku. Aku berdiam sejenak di depan pintu dan mereka semua melihatku. Suamiku menatapku penuh manja, mungkin ia kangen padaku karena sudah 5 hari mata nya selalu tertutup. Tangannya melambai, mengisyaratkan aku untuk memegang tangannya erat. Setelah aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “Assalammu’alaikum”, ia pun menjawab salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum melihat wajahnya.

Lalu.. Ibu nya berbicara denganku …

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri”.

Aku teringat cerita dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, perempuan itu bernama Desi dan dia sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga akhirnya aku bertemu dengan orangnya juga. Aku pun langsung berjabat tangan dengannya, tak banyak aku bicara di dalam ruangan tersebut,aku tak mengerti apa yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan & mengobati luka-luka di kepala suamiku, baru sebentar aku membersihkan mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia minta ditemani ke kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi ketika di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau istirahat saja. ”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan dengan suamiku dengan alasan abang harus banyak beristirahat dan karena psikologisnya masih labil. Aku berdebat dengannya mempertanyakan mengapa aku tidak diizinkan berpamitan dengan suamiku. Tapi tiba-tiba ibu mertuaku datang menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nantinya dia akan memberi alasan pada suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut apa kata ibunya, baik ibunya Salah ataupun Tidak, suamiku tetap saja membenarkannya. Akhirnya aku pun pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan linangan air mata.

Sejak saat itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kembali dari rumah sakit. Dan aku hanya bisa menangis dalam kesendirianku. Menangis mengapa mereka sangat membenciku.

Hari itu.. aku menangis tanpa sebab, yang ada di benakku aku takut kehilangannya, aku takut cintanya dibagi dengan yang lain.Pagi itu, pada saat aku membersihkan pekarangan rumah kami, suamiku memanggil ku ke taman belakang, ia baru saja selesai sarapan, ia mengajakku duduk di ayunan favorit kami sambil melihat ikan-ikan yang bertaburan di kolam air mancur itu.

Aku bertanya, ”Ada apa kamu memanggilku?”

Ia berkata, ”Besok aku akan menjenguk keluargaku di Sabang”

Aku menjawab, ”Ia sayang.. aku tahu, aku sudah mengemasi barang-barang kamu di travel bag dan kamu sudah memeegang tiket bukan?”

“ Ya tapi aku tak akan lama disana, cuma 3 minggu aku disana, aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarga besarku sejak kita menikah dan aku akan pulang dengan mama ku”, jawabnya tegas.

“Mengapa baru sekarang bicara, aku pikir hanya seminggu saja kamu disana?“, tanya ku balik kepadanya penuh dengan rasa penasaran dan sedikit rasa kecewa karena ia baru memberitahukan rencana kepulanggannya itu, padahal aku telah bersusah payah mencarikan tiket pesawat untuknya.

”Mama minta aku yang menemaninya saat pulang nanti”, jawabnya tegas.

”Sekarang aku ingin seharian dengan kamu karena nanti kita 3 minggu tidak bertemu, ya kan?”, lanjut nya lagi sambil memelukku dan mencium keningku. Hatiku sedih dengan keputusannya, tapi tak boleh aku tunjukkan pada nya.

Bahagianya aku dimanja dengan suami yang penuh dengan rasa sayang & cintanya walau terkadang ia bersikap kurang adil terhadapku.

Aku hanya bisa tersenyum saja, padahal aku ingin bersama Suamiku, tapi karena keluarganya tidak menyukaiku hanya karena mereka cemburu padaku karena Suamiku sangat sayang padaku.

Kemudian aku memutuskan agar ia saja yg pergi dan kami juga harus berhemat dalam pengeluaran anggaran rumah tangga kami.

Karena ini acara sakral bagi keluarganya, jadi seluruh keluarganya harus komplit. Walaupun begitu, aku pun tetap tak akan diperdulikan oleh keluarganya harus datang ataupun tidak. Tidak hadir justru membuat mereka sangat senang dan aku pun tak mau membuat riuh keluarga ini.

Malam sebelum kepergiannya, aku menangis sambil membereskan keperluan yang akan dibawanya ke Sabang, ia menatapku dan menghapus airmata yang jatuh dipipiku, lalu aku peluk erat dirinya. Hati ini bergumam tak merelakan dia pergi seakan terjadi sesuatu, tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Aku hanya bisa menangis karena akan ditinggal pergi olehnya.

Aku tidak pernah ditinggal pergi selama ini, karena kami selalu bersama-sama kemana pun ia pergi.

Apa mungkin aku sedih karena aku sendirian dan tidak memiliki teman, karena biasanya hanya pembantu sajalah teman mengobrolku.Hati ini sedih akan di tinggal pergi olehnya.

Sampai keesokan harinya, aku terus menangis.. menangisi kepergiannya. Aku tak tahu mengapa sesedih ini, perasaanku tak enak, tapi aku tak boleh berburuk sangka. Aku harus percaya apada suamiku. Dia pasti akan selalu menelponku.

***********************

Berjauhan dengan suamiku, aku merasa sangat tidak nyaman, aku merasa sendiri. Untunglah aku mempunyai kesibukan sebagai seorang aktivis, jadinya aku tak terlalu kesepian ditinggal pergi ke Sabang.

Saat kami berhubungan jarak jauh, komunikasi kami memburuk dan aku pun jatuh sakit. Rahimku terasa sakit sekali seperti di lilit oleh tali. Tak tahan aku menahan rasa sakit dirahimku ini, sampai-sampai aku mengalami pendarahan. Aku dilarikan ke rumah sakit oleh adik laki-lakiku yang kebetulan menemaniku disana. Dokter memvonis aku terkena kanker mulut rahim stadium 3.

Aku menangis.. apa yang bisa aku banggakan lagi..

Mertuaku akan semakin menghinaku, suamiku yang malang yang selalu berharap akan punya keturunan dari rahimku.. namun aku tak bisa memberikannya keturunan. Dan kemudian aku hanya bisa memeluk adikku.

Aku kangen pada suamiku, aku selalu menunggu ia pulang dan bertanya-tanya, “kapankah ia segera pulang?” aku tak tahu..Sementara suamiku disana, aku tidak tahu mengapa ia selalu marah-marah jika menelponku. Bagaimana aku akan menceritakan kondisiku jika ia selalu marah-marah terhadapku..

Lebih baik aku tutupi dulu tentang hal ini dan aku juga tak mau membuatnya khawatir selama ia berada di Sabang.Lebih baik nanti saja ketika ia sudah pulang dari Sabang, aku akan cerita padanya. Setiap hari aku menanti suamiku pulang, hari demi hari aku hitung…

Sudah 3 minggu suamiku di Sabang, malam itu ketika aku sedang melihat foto-foto kami, ponselku berbunyi menandakan ada sms yang masuk.

Kubuka di inbox ponselku, ternyata dari suamiku yang sms.

****************** BERSAMBUNG ******************

Sabtu, 16 April 2011

Pentingnya Bilang I Love U Part 4


Dihari yang ke lima puluh Sembilan bertepatan dengan Liburan sekolah. Aku mengajak syifah untuk menghabiskan malam ini di pantai Ancol. Desiran ombak dengan paduan angin malam pantai yang bermandikan sinar bulan purnama ditambah lagi kemeriahan malam di pesisir pantai ancol, menjadi satu dengan Germelap lentusan kembang api yang membelah langit malam menambah indahnya pantai pada malam itu.

Hari ke enam puluh tujuh aku dan syifah menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,basah – basahan bersama di arum jeram dan mengunjungi stand permainan. Kami pun bermain bersama di sana. Setelah lelah bermain aku menghadiahkan sebuah boneka teddy bear yang lucu berwana merah jambu dan putih untuk syifah , dan syifa membelikan sebuah pulpen yang berbentuk lucu untuk ku.

Hari ke tujuh puluh dua, kami berniat Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China dan ulang tahun jakarta. Syifah penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Kami berdua pergi ke tempat itu, untuk di minta ramalkan nasib kita. Hal yang mengejutkan terjadi ketika syifah di ramal sama sang peramal itu.

Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal itu meneteskan air mata.

Aku dan syifa tak tau maksud dari sang peramal itu meneteskan air mata, kami pun pergi berlalu meninggalkan peramal itu. Dengan rasa bingung dan heran kami melupakannya.

Hari ke Sembilan puluh empat, enam hari sebelum hari ke seratus aku mengusulkan agar kita refreshing ke pantai. Pantai Anyer lah yang dipilih untuk refreshing, saat itu Pantai anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Kami melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam, dan seakan tidak ingin berpisah lagi pada sore itu.

Hari ke Sembilan puluh Sembilan, satu hari sebelum hari keseratus aku memutuskan dan mengajak syifah agar menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota di daerah monas.


pukul 15:20

"Aku haus.. Istirahat dulu yuk sebentar." Kata syifah


"Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu
mau minum apa?"jawabku.

"Aku saja yang beli. Kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari
ini. Sebentar ya" balasnya dengan cepat.


aku pun mengangguk aja.

“ yaudah hati di jalan ya ifah ….” Kataku


Kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet.


Pukul 15:30
aku sudah menunggu selama 10 menit dan syifah belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah
panik.

"Ada apa pak?" tanyaku


"Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu
adalah temanmu" jawab orang asing itu.


aku segera berlari bersama dengan orang asing itu untuk mengetahui kebenarannya.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang yang panas ,tergeletak
tak berdaya tubuh syifah bersimbah darah, masih memegang botol minumannya.


aku segera melarikan mobilnya membawa syifah ke rumah sakit terdekat.
aku duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Panik bercampur sedih menjadi satu, tak tau apa yang harus aku perbuat.


Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.


Tepat pukul 23:53

"Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. Dia masih
bernafas sekarang tapi Yang kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan
surat ini dalam kantung bajunya." Kata dokter yang menangani syifah.


Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada ku dan dia
segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat syifah. Wajahnya pucat tetapi
terlihat damai.

Aku duduk disamping pembaringan syifah sambil menggenggam tangan syifah dengan
erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya aku merasakan torehan luka yang sangat
dalam di hatinya.

Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya.
Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis untuknya.

Ada beberapa bait yang membuat Tubuhku terkulai lemas ketika kudengar:

Dear my best fren...

Ke 100 hari kita sudah hampir berakhir.
Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu.
Walaupun kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,
tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku.


Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku.
Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi
sebelumnya.

Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang
hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh
malam itu di pantai,

"Aku memandangnya dan berharap dia adalah milikku tapi sepetinya dia tidak mengetahui perasaanku dan aku tahu itu. Aku ingin memberitahunya, aku ingin dia tahu jika aku tak ingin menjadi sekedar teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu dan aku tak tahu kenapa. Kuharap suatu hari dia akan berkata jika dia mencintaiku..."

Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi
kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur
hidupku. aku sangat sayang padamu.




Disaat jam menunjukan pukul 23:58.


"syifah, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku?

Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya..


syifah, kau tidak bisa meninggalkanku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99
hari!


Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama!
Aku juga sayang padamu, syifah.

Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian!

syifah, Aku sayang kamu...!"

Jam dinding berdentang 12 kali....

Jantung syifah berhenti berdetak.

Hari itu adalah hari ke 100...


sejak itu kata – kata inilah yang selalu aku ingat selalu sejak kepergiannya syifah…

“Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya. saat kau pinta dia pergi, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.”

“Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang.”

Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.
Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan
pernah kembali lagi.

Cinta, karya indah Sang Pencipta
Dimulakan di surga…
Dirasukkan dalam jiwa Adam dan Hawa
Lalu dianak-pinakkan ke setiap jiwa
Dengan kadar yang berbeda…

Suara merdu, untuk didengarkan
Panorama elok, untuk dilihatkan
Sedang cinta sejati, untuk dirasakan
Oleh hati yang murni
Bersih dari nafsu dan berahi

Cinta tak lain sebuah prasasti
Yang terbangun di pinggir pantai prahara
Satu hal yang membuatnya kokoh berdiri
Ialah keteguhan hati tuk selalu setia

Entah suka datang menghiasi hari
Atau duka yang menghampiri
Cinta adalah berbagi
Karena sungguh !
Meski disemayamkan dalam dua raga
Sepasang kekasih hanya punya satu hati

Rendahnya keangkuhan hati
Lambungkan makna cinta hakiki
Laksana lentingan…
Makin panjang ditarik ke kiri
Makin jauh batu terbang ke kanan

Cinta…
Nama lain dari keteguhan hati
Tuk selalu letakkan hati kekasih diatas
Demi sebuah pelayaran yang diretas
Menuju pulau kebahagiaan

Cairkanlah hatimu…
Lalu siramlah hati kekasih
Agar selalu segar dan bersih
Sebab yang demikian itulah cinta

Berbagi…
Itulah inti cinta sejati
Ombak suka dan duka
Selalu tersaji nikmat
Bila dirasakan oleh dua hati…

Beberapa hal sukar dijelaskan dengan kata-kata
Cinta salah satunya
Hanya nurani tulus
Mampu hasilkan lukisan bagus
Tentangnya…

Cinta bukanlah benda, yang terlihat
Namun irama perasaan yang mengalun memikat
Tersimpan rapi di ruang hati
Hanya kekasih sejati yang mengetahui

Jangan sebut cinta…
Sebelum tetes terakhirnya telah juga meresap ke jiwa
Lalu setiap ucapan dan tindakan yang tercipta
Selalu berlandaskan atasnya

” Tiada hidup tanpa kegagalan ,kekalahan , dan kejatuhan…………

Air sungai menuju laut melewati jalan yang berliku……

Berdirilah tegak kembali………………………..

Jangan memandang ke belakang , masa lalu telah berlalu………………..

Hidup berjalan terus……………………….

“cahaya mentari bila difokuskan akan membakar kertas ”


Pentingnya Bilang I Love U Part 3


sebelumnya dan ini pertama kalinya dia main bowling. aku memijit-mijit tangan syifah dengan lembut dan hati – hati agar sakitnya hilang.

Sekali lagi aku melihat wajah syifa. Dia tersenyum padaku, dan memandangku dengan matanya yang sebening kristal.

Aku di dalam hati ini ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tidak punya perasaan yg sama terhadap aku dan aku tahu itu.

Lalu dia berkata "Ini salah satu hari yang terindah buatku, terima kasih"

“Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang” ( thatslove )

pada hari ketiga belas pas kebetulan ada acara di sekolah. Sehari sebelum acara sekolah di mulai aku berjalan ke kelasnya.

" syifa, besok kamu mau ikut tidak ke pesta???? " kataku.

“ mau ” katanya

“ ya sudah nanti aku jemput kamu ya di rumah ya…” jawabku.

Di Malam pesta , sebelum acaranya di mulai, aku berdiri di depan pintu rumahnya.

Aku menunggu dengan sabar dan setia menunggu kehadiranya.

Tanpa terasa Sebelum aku sempat berkedip. Kulihat dia dari jauh, tubuhnya yang sempurna melayang seperti malaikat keluar dari dalam rumahnya.

Dalam hatiku berkata. “Aku ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tidak menyadarinya dan aku tahu itu.”

“ Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.”

Hari ke dua puluh lima. Aku mengajak syifah makan malam di Ancol Bay. Kami mencari posisi yang pas untuk makan malam.

Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Kami duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai.

Oooo…. Malam yang indah.

Dan tempat yang sesuai dengan keinginan kita.

Sekali lagi syifah memandang langit, dan melihat bintang jatuh.

“ lihat ada bintang jatuh…” katanya

“ mana??? “ jawabku sambil mencari di ribuan bintang yang ada di langit.

Aku melihat kearah dia, tetapi dia diam sejenak sambil memejamkan mata, aku tak tau apa yang lagi dia lakukan.

“ Kenapa ifah???” Tanyaku.

“ tidak apa – apa kok” jawabnya sambil tersenyum kepadaku.

Ternyata Dia tadi mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.

Di Hari ke empat pulu satu ini, menjadi hari yang paling bahagia buat ku. Karena hari ini aku berulang tahun.Di saat jam dinding jam 12 malam.

Aku mendengar ada suara di pintu pagar rumahku, samar – samar aku mendengar ada yang memanggilku di luar.

Dan apa yang terjadi,



*****************************



Aku mendapat kejutan dari syifah, di depan terasku syifah membawakan kue ulang tahun untuk ku.

“Selamat ulang tahun ya, maaf ni. Aku menggangu kamu malam – malam…”

“ makasi ya, syifah….” Jawabku “ ooo, tidak apa koq. Aku malah berterima kasih kepada mu. Kamu sudah ingat di hari ulang tahunku sampai kamu bela – belain malam yang dingin kamu main kerumahku bersama kakak kamu. “

“Sama - sama “

Dengan wajah di balik jibabnya begitu cantik dan senyum manis di saat dia memberikan kue ulang tahunnya kepada ku. Itulah yang membuat aku tidak dapat melupakan hari ulang tahun ku. Di tambah lagi Aku tidak tau kalau syifah membuatkan kue ulang tahun itu. Ini bukan kue ulang tahun buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik untukku.

“Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tetapi baginya barang itu sangat istimewa” (YouAreBeautiful )

“ ayo tiup lilinnya “ pintanya

“ Ya “ jawabku .

Di dalam hati aku, Aku sangat terharu menerima kue itu, dan aku mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.

================= * bersambung * ==================

Pentingnya Bilang I Love U Part 2


"Baiklah.... Lagian aku juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan." Jawabku sambil tak percaya akan itu.

Sewaktu SMP, kami berdua pernah membuat janji jika ada diantara kita yang tak punya pasangan maka kita akan datang berdua, sebagai teman baik.

Dan itu yang kami lakukan.

"Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... Semangat dong!

“Hari ini akan jadi hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana nih?" katanya sambil dia memberikan kepercayaan kepada ku.

"Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. Katanya film itu bagus" kata ku

"OK dech.... Yuk kita pergi sekarang. Tar pulang nonton kita ke

karaoke ya...”

Ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru."

"Boleh juga..." jawabku sentak.

mereka pun akhirnya pergi nonton, berkaraoke dan aku mengantarkan syifah pulang malam harinya.

hari kedua aku dan syifah merencanakan untuk jalan ke sebuah kafe di bilangan jakarta. Akupun menjemputnya pada sore hari, sebelum aku ke rumahnya aku sempatkan terlebih dahulu untuk mampir di untuk cendramata. Agak lama aku menghabiskan waktu disana untuk membeli sesuatu yang spesial buat dia, akhirnya aku menemukan benda yang sangat cocok aku kasih ke dia. Sebuah liontin yang berwarna silver.


*************************************


Setelah mendapatkan barang yang aku cari, aku lansung bergegas pergi ke rumah syifah. Kami berdua menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, suasana kafe yang agak remang-remang dan ditambah lagi alunan musik yang membuat syahdu membawa hati kita berdua pada situasi yang romantis.

“Gimana fah, malam ini???” tanyaku kepadanya

“Puas sekali aku, bias bercanda dan bercerita bersama kamu..” jawabnya singkat dan padat.

Hari makin larut malam kami berdua sangat puas pada malam ini, kami pun memutuskan untuk pulang.

Sebelum pulang kerumah aku memberikan sebuah kalung perak berliontin bintang yang tadi aku beli tadi di toko untuk syifa.

“ apa ini????”

“Buat aku kah”

“Iya” jawabku.

Dengan penuh heran, rasa tak percaya atas yang aku kasih padanya. Akhirnya dia mau menerimanya.

“Terima kasih ya”

hari ketiga aku mangajak syifa pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabatku.

“ ifah, kira – kira kado yang bagus apa y???” tanyaku kepadanya.

“ sepatu , jaket atau baju bagus juga “ katanya

“ yang lain dong “ jawabku

Sejam , dua jam pun berlalu kami kami berkeliling sana kemari sampai belum ketemu yang kami inginkan. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini.

Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.

Dia tersenyum padaku.

Aku di dalam hati ini ingin dia menjadi milikku, tapi sepertinya dia tidak punya perasaan yg sama terhadap aku dan aku tahu itu.

Aku ingin memberitahunya, betapa aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman,aku mencintainya ...

tapi aku terlalu malu dan aku tak tahu kenapa.

Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.”

hari ketujuh aku mengajak syifah tuk Bermain bowling dengan teman-teman aku.

“ aku tidak bias main bowling “ katanya

“ tenang aja, aku akan mengajarkan kamu kok “ jawabku.

Aku dengan sabar dan hati – hati mengajarkan syifa bermain bowling. Sejam pun berlalu, akhirnya pelajaran ke dia tidak sia – sia. Dia sekarang sudah mulai lancar bermain bowling. Tapi tiba – tiba aku di kejutkan dengan teriakan dia. Tangan syifah terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling .

“ aduhhhhhhh……”

=================== BERSAMBUNG ========================

Pentinganya Bilang I Love U part 1


“Orang yang begitu mencintaimu, tidak pernah memaksa kamu memberinya sebab dan alasan, walaupun hatinya meronta ingin mengetahui, karena dia tidak mau kamu terbebani karenanya. saat kau pinta dia pergi, dia pergi tanpa menyalahkan kamu, karena dia benar-benar mengerti apa itu cinta.”

“Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang dia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah melupakannya, karena saat-saat itu ialah saat yang berharga untuknya. dan saat itu, matanya pasti berkaca. karena saat bersamamu tidak selalu terulang.”

Kedua bait Itulah yang selalu aku ingat dalam hidupku, sungguh menyakitkan tapi sangat berati.

Pada waktu aku duduk SMk kelas 1. Di Saat aku duduk di kelas pada barisan depan saat pelajaran bahasa inggris, kutatap gadis disampingku, Zhariifah Qamraa namanya tetapi aku lebih sering memanggil dia dengan ifah atau syifah . Dia adalah sahabatku waktu SMP yang baik hati dan cantik. Kulihat rambut yang indah memjulur panjang sehalus sutra-nya, dan berharap dia bisa menjadi milikku.

Tapi dia tidak menyadarinya kan itu, itu yang aku tahu.

Pada waktu itu aku sedang duduk di bawah pohon bersama dekat taman sekolah tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit yang biru sementara sahabat-sahabat mereka sedang asik bercanda ria dengan teman mereka masing-masing. tiba – tiba saja aku di kejutkan ada yang nempuk pundak ku, tenyata dia yang menepuk pundakku, dia berjalan untuk duduk disampingku dan menanyakan buku catatan yang ketinggalan di laci mejanya kemarin. aku bergegas pergi untuk mengambilnya dan kuberikan catatan yang dia minta kepadanya.

Dia berkata "terima kasih"

Aku ingin sekali memberitahunya, bahwa aku ingin dia tahu kalau aku tak ingin hanya sekedar teman atau pun sahabatnya ,aku mencintainya ...

tapi aku terlalu malu dan aku tak tahu kenapa ???

Pada suatu hari ketika Telepon Syifah yang ada di tasnya berbunyi tiada henti. Di luar kelas sana di bawah pohon yang rindang, aku melihat ada dia yang sedang menyendiri sambil menangis sedih, aku tidak tau apa yang dia tangisi, aku pun bertanya kepadanya.

Dan akhirnya dia mau menceritakan kepada ku apa yang dia tangisi. Dia berkata terus-terusan betapa kekasihnya yang sangat cintai dan sayangi telah menghancurkan hatinya. Dia memintaku untuk manemaninya karena dia tak ingin sendirian, Lalu Aku pun duduk di sebelahnya, dan aku mau menemaninya. Sebisa mungkin aku berusaha menghibur dia agar tidak sedih lagi. Sesekali aku menatap matanya yang lembut dan indah, berharap dia adalah milikku.

*************************

Malamnya aku menemani dia nonton, Setelah 2 jam berlalu dengan sebuah film Drew Barrymore dan dua kantong popcorn akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah lalu aku antarkan dia sampai ke rumahnya.

Dia melihatku dengan senyum manisnya,

berkata

"terima kasih".

hari demi hari pun berlalu sejak tu aku dan dia menjadi sahabat baik.

Pada suatu hari, di saat aku dan dia sedang kerja kelompok. Tanpa sengaja di sela – sela belajar, di membicarakan sesuatu yang membuatku kaget.

"Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi

waktu denganku."katanya.

"Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. Cuma kita berdua

saja yang tidak punya pasangan sekarang." Jawabku kepadanya.

(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat)

"Kayaknya aku ada ide bagus deh. Kita adakan permainan yuk?"

"Eh? Permainan apaan?" tanyaku heran sambil menggaruk – garuk kepala.

"Eng... Gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi

pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. Gimana menurutmu?"

=====================***bersambung*****==========================